Friday, December 6, 2013
Browse Manual »
Wiring »
diapresiasi
»
patut
»
rumingkang
»
sebuah
»
terobosan
»
tradisi
»
yang
»
Rumingkang Sebuah Terobosan Tradisi Yang Patut Diapresiasi
Bagi yang sering menonton IMB (Indonesia Mencari Bakat) yang ditayangkan oleh stasiun TV TransTV setiap Sabtu malam, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama-nama seperti: Hudson, Putri Ayu, Rumingkang, Funky Papua, Bonita, Berto, dll. Sebagai sebuah acara hiburan, IMB cukup memikat dan layak untuk dilihat karena menyajikan suatu tayangan yang agak berbeda dari acara-acara hiburan lainnya yang cenderung monoton, ikut-ikutan, dan kurang mendidik.
Ada empat peserta yang selalu menarik perhatian saya, yaitu: Hudson, Funky Papua, Berto, dan Rumingkang. Hudson, dengan kemampuan dua suaranya yang unik (suara laki-laki dan perempuan), telah membuat terobosan baru dalam dunia tarik suara, yang selama ini didominasi oleh penyanyi satu suara dan satu karakter.
Sementara Funky Papua, hadir dengan terobosan dalam tarian modern. Dengan gayanya yang kocak, atraktif, dan teatrikal, tarian modern menjadi lebih memikat daripada sekedar mempertontonkan gerakan erotis yang selama ini sering membumbui tarian ini.
Berto, seorang pemuda asal Nusa Tenggara Timur, tampil dengan alat musik tradisional, Sasando. Tidak banyak orang yang mengenal alat musik ini apalagi piawai dalam memainkannya. Di tangan Berto, alat musik tradisional ini mampu menyajikan harmonisasi yang memikat sehingga mampu menggugah kita bahwa alat musik tradisional, jika dikemas dengan baik, tidak kalah menarik dibanding dengan alat-alat musik modern.
Yang paling menarik perhatian saya adalah grup tari Rumingkang. Grup tari yang terdiri dari lima belia dari Bandung ini (Shenie, Aulia, Elsa, Feby, dan Nurul Fitri) tampil dengan tarian Jaipong yang dipadukan dengan gerakan pencak silat, tarian India, dan tari modern. Dengan perpaduan gerakan tersebut tarian Jaipong jadi lebih menarik dan terkesan modern.
Terobosan tradisi yang dilakukan grup tari Rumingkang ini patut diacungi jempol karena selama ini tari Jaipong dianggap tidak menarik, kuno, dan kampungan, khususnya bagi kalangan remaja dan anak-anak. Tampilnya Rumingkang di pentas IMB dengan gaya tarian yang memukau, telah mampu membuka kesadaran kita bahwa tarian-tarian daerah pun memiliki "nilai jual" yang tinggi disamping nilai-nilai budaya luhur yang terkandung di dalamnya. Apalagi jika tarian-tarian tersebut dikemas dalam kerangka entrepeneur modern yang sarat dengan glamorisasi.
Dengan tampilnya Rumingkang dan Berto di pentas IMB, saya berharap semoga Indonesia ke depan akan memunculkan Rumingkang-rumingkang dan Berto-berto lain yang menjadi penjaga budaya bangsa agar seni-seni tradisional daerah tetap rumingkang (hidup dan berkembang) di bumi alam ini. Amien.....
Catatan:
Hatur nuhun kangge Kang Buyung Rumingkang anu tos ngajaga sareng ngalestarikeun budaya Sunda anu luhung.
Salam baktos ti abdi anu cinta budaya Sunda.
Rumingkang Sebuah Terobosan Tradisi Yang Patut Diapresiasi
Ada empat peserta yang selalu menarik perhatian saya, yaitu: Hudson, Funky Papua, Berto, dan Rumingkang. Hudson, dengan kemampuan dua suaranya yang unik (suara laki-laki dan perempuan), telah membuat terobosan baru dalam dunia tarik suara, yang selama ini didominasi oleh penyanyi satu suara dan satu karakter.
Sementara Funky Papua, hadir dengan terobosan dalam tarian modern. Dengan gayanya yang kocak, atraktif, dan teatrikal, tarian modern menjadi lebih memikat daripada sekedar mempertontonkan gerakan erotis yang selama ini sering membumbui tarian ini.
Yang paling menarik perhatian saya adalah grup tari Rumingkang. Grup tari yang terdiri dari lima belia dari Bandung ini (Shenie, Aulia, Elsa, Feby, dan Nurul Fitri) tampil dengan tarian Jaipong yang dipadukan dengan gerakan pencak silat, tarian India, dan tari modern. Dengan perpaduan gerakan tersebut tarian Jaipong jadi lebih menarik dan terkesan modern.
Terobosan tradisi yang dilakukan grup tari Rumingkang ini patut diacungi jempol karena selama ini tari Jaipong dianggap tidak menarik, kuno, dan kampungan, khususnya bagi kalangan remaja dan anak-anak. Tampilnya Rumingkang di pentas IMB dengan gaya tarian yang memukau, telah mampu membuka kesadaran kita bahwa tarian-tarian daerah pun memiliki "nilai jual" yang tinggi disamping nilai-nilai budaya luhur yang terkandung di dalamnya. Apalagi jika tarian-tarian tersebut dikemas dalam kerangka entrepeneur modern yang sarat dengan glamorisasi.
Dengan tampilnya Rumingkang dan Berto di pentas IMB, saya berharap semoga Indonesia ke depan akan memunculkan Rumingkang-rumingkang dan Berto-berto lain yang menjadi penjaga budaya bangsa agar seni-seni tradisional daerah tetap rumingkang (hidup dan berkembang) di bumi alam ini. Amien.....
Catatan:
Hatur nuhun kangge Kang Buyung Rumingkang anu tos ngajaga sareng ngalestarikeun budaya Sunda anu luhung.
Salam baktos ti abdi anu cinta budaya Sunda.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment